"melangkah mundur."
Aku memilih melangkah mundur bukan karena rasaku sudah pudar, tapi karena aku sadar tak ada lagi ruang untukku di hatimu. Cintaku masih ada di tempat yang sama, hanya saja aku tak ingin lagi memaksa masuk ke kehidupan yang tak pernah benar-benar menyambutku.
Pergi bukan berarti aku tak lagi peduli. Aku hanya sedang belajar berdamai dengan kenyataan bahwa sebesar apa pun usaha yang kulakukan, hubungan tak akan pernah berjalan jika hanya satu pihak yang merawatnya. Biarlah aku pamit membawa rasa yang tetap utuh, sambil berbisik pada semesta agar kamu selalu bahagia meski tak lagi denganku.




