"Aku tidak mencarinya, dan aku juga tidak menunggunya."
Aku pernah mencintai seseorang dengan cara yang membuatku lupa dengan
diriku sendiri. Aku pernah menaruh terlalu banyak harapan kepada seseorang yang
bahkan belum memiliki arah, hanya karena menganggap bahwa ketulusanku akan selalu
menemukan balasannya. Namun pada akhirnya, aku mengerti bahwa tidak semua rasa
harus dipertahankan, dan tidak semua cinta harus berakhir menjadi sebuah cerita.
Ada hal-hal yang cukup dikenang sebagai sesuatu yang pernah membuat hati terasa
tenang, lalu perlahan menghilang.
Sejak saat itu, aku tidak lagi merasa perlu mencari cinta,
apalagi memaksanya datang hanya karena ada seseorang. Aku bisa
terbuka untuk mengenal seseorang tanpa harus langsung menyukainya, tanpa merasa
harus memiliki harapan, dan tanpa menganggap setiap kedekatan sebagai awal dari
suatu kisah. Mungkin karena sekarang aku lebih memilih menaruh ruang yang lebih
besar untuk kecewa daripada membangun harapan yang terlalu tinggi. Bagiku,
mengenal seseorang tidak harus selalu berarti cinta, terkadang cukup menjadi
dua orang yang saling mengenal tanpa tahu akan berakhir sebagai apa itu lebih
baik.
Sebenarnya aku tidak sedang ingin menjalin hubungan, tetapi
aku juga tidak ingin menutup diri sepenuhnya dari kemungkinan yang mungkin
datang. Jika suatu hari ada seseorang yang hadir, aku akan tetap terbuka, hanya
saja aku tidak akan terburu-buru memberikan perasaan yang bahkan belum tumbuh.
Aku ingin membiarkan semuanya berjalan tanpa ekspektasi, karena jika akhirnya
tidak menjadi apa-apa, aku tidak perlu merasa kehilangan sesuatu yang sejak
awal belum pernah kuanggap sebagai milikku. Dan jika suatu hari perasaan itu
benar-benar tumbuh, biarlah ia datang dengan sendirinya, dan aku akan menjaga
sebaik baik nya.




